KETIKA AKU PUTUS CINTA


RADA ENEG AWAL NYA , MEMANG .
SEDIH , PENGEN NGAMUK 2 DEH POKOK NYA .
PENGEN JELEK 2 IN ORG YG UDA MUTUSIN KITA .
TAPI ...... SEBENER NYA AKU NGGAK SEBEGITU NYA SEBEL n MARAH SAMA DIA .
CUKUP JAGA JARAK PDA AWAL NYA .
NGEK , HIHIHI .

( Walau wanita menangis tersedu-sedu sedangkan pria hanya diam, bukan berarti kaum adam ini kuat menghadapi putus cinta. Malah menurut sebuah penelitian, pria selalu lebih cengeng ketimbang wanita. Beberapa penelitian membuktikan tingkat depresi, stress, dan kecemasan pria lebih parah ketimbang wanita pasca putus cinta. Dilansir yahoo, Jumat (20/4/2007), hal ini kemungkinan disebabkan karena karakteristik sifat pria. Simak penjelasannya: Pria Kerap Menutupi Sakit HatinyaHey, masa seorang pria nangis. Mungkin begitulah yang terlintas di benak pria. Pelampiasannya paling pergi bersama beberapa teman pria dan berakhir mabuk-mabukan. Intinya, pria kadang enggan menunjukkan perasaan sedihnya ketika putus dengan sang kekasih. Ia merasa harus selalu tampak tegar. Sedangkan wanita kebanyakan langsung menangis atau curhat pada sahabat begitu cintanya diputus. Begitu juga ketika memutuskan cinta, wanita biasanya berbicara apa adanya dan langsung mengeluarkan apa isi hatinya. Intinya, wanita berani menghadapi rasa sedihnya sedangkan pria banyak menahan reaksi atau perasaannya. Alhasil, semuanya menumpuk dan sulit dibuang. Pria Tidak Punya Banyak Teman Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung mengungkapkan isi hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman tersebut bisa saja ibu, sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan supir taksi yang dinaikinya setelah meninggalkan sang pacar. Penelitian membuktikan pria kerap menggantungkan kedekatan emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya sejuta tempat selain sang kekasih. Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian pria tersebut menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-teman dekatnya kalau ia ingin kembali pada sang kekasih. Pria Benci Awal yang Baru Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa berkencan dan menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan lain-lain. Tapi setelah kencan pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari masih panjang jalannya untuk menemukan kenyamanan yang sama seperti pada kekasihnya dulu. Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi putus cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan umumnya, pria baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya dan betapa ia kehilangan dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta. Hasilnya, sang wanita sudah jauh memulihkan diri dan semuanya sudah terlambat. Pria Berpatok Pada Khayalan Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan kekasihnya, kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain yang lama-lama membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan langsung bertemu dan berkencan dengan banyak wanita. Walau mimpi tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia merasa kehilangan keintiman dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang mantan pacar. Penelitian membuktikan, wanita umumnya lebih cepat menyadari kalau fondasi dari hubungan yang awet adalah keintiman. Sedangkan pria umumnya lebih memikirkan seks sehingga akhirnya mereka salah orientasi. )


NGUTIP :p

Putus
pernah terluka karena putus? jangan bersedih, dunia belum kiamat meski anda putus dengan kekasih anda, anda berpisah dengan
suami anda, sungguh putus hanyalah pintu awal untuk memulai kehidupan yang baru, life is a journey, hidup adalah perjalanan perpindahan dari satu dimensi ke dimensi lain, jika putus menghentikan kita untuk melangkah, jika putus mematikan langkah kita sehingga tidak bisa berlari maka kita akan menyesal, sungguh, putus bukanlah akhir, putus adalah awal, semua harus berawal dari nol lagi, semua harus kembali ke permulaan, jika kemarin kita tidak bersama dia maka sekarang kita juga tidak bersama dia lagi, apapun alasan putus, sungguh, putus bukanlah akhir dari segalanya, putus memang menyakitkan sama menyakitkannnya dari sakit gigi, tapi menurut saya lebih nyeri sakit hati karena sakit gigi ada dokter gigi, sakit hati tidak ada dokter hati, yang ada psikolog. masih terasa nyeriu akibat putus, open your mind, buka pikiran, jalin relasi sebanyak - banyaknya sungguh putus justru kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik, jika tidak bisa mendapat yang terbaik paling tidak diantara yang baik. sungguh putus adalah opportunity untuk mendapatkan yang lebih mengerti, untuk mendapatkan yang lebih sabar, mendapatkan yang lebih secara fisik, yang lebih smart, yang lebih tajir, dengan putus buka peluang menjadi lebih baik, why not? teruslah berpindah dimensi karena perjalanan tidak pernah bisa kembali, daripada menatap langkah dimasa lalu, mengapa tidak menatap perjalanan di masa depan, sungguh dengan menatap masa depan maka apa yang akan anda hadapi lebih indah karena anda sudah pernah mengalami hal yang menyakitkan, semua itu menjadi pengalaman bahwa hidup harus dihadapi bukan dihindari, jika bisa berlari, berlarilah, kuatkan diri, kuatkan mental menghadapi semua keadaan. jadi jangan pernah menyerah gara - gara putus. keep the spirit.

NGUTIP 2 :p




Ketika Pria putus cinta ……
Beberapa penelitian membuktikan tingkat depresi, stress, dan kecemasan pria lebih parah ketimbang wanita pasca putus cinta, hal ini kemungkinan disebabkan karena karakteristik sifat pria.
Pria Kerap Menutupi Sakit Hatinya
Hey, masa seorang pria nangis. Mungkin begitulah yang terlintas dibenak pria. Pelampiasannya paling pergi bersama beberapa teman pria dan berakhir mabuk-mabukan. Intinya, pria kadang enggan menunjukkan perasaan sedihnya ketika putus dengan sang kekasih. Ia merasa harus selalu tampak tegar.
Sedangkan wanita kebanyakan langsung menangis atau curhat pada sahabat begitu cintanya diputus. Begitu juga ketika memutuskan cinta, wanita biasanya berbicara apa adanya dan langsung mengeluarkan apa isihatinya. Intinya, wanita berani menghadapi rasa sedihnya sedangkan pria banyak menahan reaksi atau perasaannya. Alhasil, semuanya menumpuk dan sulit dibuang.
Pria Tidak Punya Banyak Teman
Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung mengungkapkan isi hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman tersebut bisa saja ibu, sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan supir taksi yang dinaikinya setelah meninggalkan sang pacar. Penelitian membuktikan pria kerap menggantungkan kedekatan emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya sejuta tempat selain sang kekasih.
Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya
sendiri kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian pria tersebut menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-temandekatnya kalau ia ingin kembali pada sang kekasih.
Pria Benci Awal yang Baru
Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa berkencan dan menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan lain-lain. Tapi setelah kencan pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari masih panjang jalannya untuk menemukan kenyamanan yang sama seperti pada kekasihnya dulu.
Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi putus cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan umumnya, pria baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya danbetapa ia kehilangan dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta. Hasilnya, sang wanita sudah jauh memulihkan diri dan semuanya sudah terlambat.
Pria Berpatok Pada Khayalan
Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan kekasihnya, kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain yang lama-lama membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan langsung bertemu dan berkencan dengan banyak wanita. Walau mimpi tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia merasa kehilangan keintiman dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang mantan pacar.

0 komentar:



Poskan Komentar